Prosesor ‘8-Core’, Adakah Manfaatnya?

 

KOMPAS.com — Jumlah core yang lebih banyak tak selalu lebih bagus, setidaknya itulah pendapat Anand Chandrasekher, Wakil Presiden Senior Qualcomm, produsen mikroprosesor terbesar kedua di dunia.

Lebih jauh, Chandrasekher mengatakan bahwa prosesor 8-core merupakan hal yang “bodoh”. “Anda tak bisa begitu saja mengambil delapan mesin pemotong rumput dan mengklaim diri memiliki mesin Ferrari 8-silinder,” ujarnya tajam ketika berbicara dengan media Taiwan minggu lalu, seperti dikutip oleh PC World.

Chandrasekher menanggapi pertanyaan soal kemungkinan perusahaannya membuat prosesorgadget dengan 8-inti, sebuah produk yang juga dikenal dengan istilah “octa core“.

Beberapa waktu lalu, MediaTek, produsen prosesor lain yang berbasis di Taiwan, telah mengumumkan prosesor mobile 8-inti pertamanya. MediaTek mengklaim bahwa prosesor dengan delapan inti yang sanggup berjalan secara bersamaan ini memiliki kinerja lebih tinggi dari produk sejenis dari kompetitor.

Menurut Chandrasekher, fokus perusahaannya bukanlah mengejar kinerja setinggi mungkin, melainkan lebih pada memberikan pengalaman yang bagus bagi pengguna.

Hal-hal yang mesti diperhatikan untuk mewujudkan tujuan ini adalah modem yang bagus, daya tahan baterai yang panjang, dan harga yang terjangkau.  Ia menambahkan, hanya menambah jumlah coreprosesor sebanyak mungkin sama saja dengan sakedar coba-coba.

“Kami tidak bodoh”

Lalu, apakah Qualcomm akan merilis prosesor octa-core di masa depan? “Kami tak melakukan hal bodoh semacam itu,” ucap Chandrasekher.

“Saat Anda tak bisa membuat produk yang memenuhi kebutuhan konsumen, mungkin Anda akan coba menjejali prosesor dengan inti pemrosesan sebanyak mungkin,” lanjut dia. “Itu cara bodoh untuk melakukannya dan saya pikir para teknisi kami tidak bodoh.”

Menanggapi komentar Chandrasekher, Mediatek mengatakan bahwa prosesor 8-core hanyalah satu dari sejumlah terobosan teknologi dan inovasi lain dari perusahaan itu. MediaTek mengklaim memiliki hubungan lebih dekat dengan pasar dan karena itu mampu merilis produk yang memenuhi kebutuhan konsumen.

“(Prosesor ini) memiliki kemampuan multi-tasking yang sangat baik dan akan meningkatkan pengalaman pengguna dalam memakai aplikasi,” tulis MediaTek dalam sebuah e-mail.

Prosesor 8-core dari perusahaan ini dijadwalkan meluncur pada kuartal ke-4 2013. Produk tersebut memiliki perbedaan dari prosesor 8-core terdahulu semacam Exynos 5 dari Samsung, yaitu mampu menjalankan semua core yang dimiliki secara bersamaan.

MediaTek dan Qualcomm bersaing memperebutkan pangsa pasar prosesor mobile di segmen high-end dan low-end. Qualcomm mengandalkan lini produk Snapdragon miliknya yang antara lain dipakai di HTC One, Samsung Galaxy S4, dan tablet Nexus 7 yang baru. Sementara itu, prosesor-prosesor MediaTek dipakai oleh Acer, Lenovo, dan merek Xiaomi asal China.

Sumber: PCWorld

About itcompareblogs

pusat kursus komputer sampai bisa

Posted on 19 Agustus 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: